MA Sesalkan Kericuhan di PN Tipikor Jambi

Mahkamah Agung Republik Indonesia sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kericuhan di Pengadilan Negeri/Tipikor Jambi Kelas I A. Hal ini dikemukakan Biro Hukum dan Humas MA lewat siaran persnya.

Pada hari Senin, 16 Oktober 2017 sekitar pukul 10.00 WIB sekelompok massa yang mendatangi Pengadilan Negeri/Tipikor Jambi Kelas I A mempertanyakan mengapa salah seorang saksi yang juga Anggota DPRD dalam perkara tersebut tidak diajukan menjadi tersangka/terdakwa dalam perkara korupsi dan hanya menjadikan Sekretaris Dewan serta Bendaharanya saja sebagai terdakwa. Mereka datang tidak dengan cara yang tertib, tetapi dengan cara-cara yang kasar bahkan melempar kursi di depan meja informasi.

Perbuatan tersebut telah mencederai upaya penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. Peristiwa tersebut tidak saja disaksikan oleh masyarakat Jambi, melainkan juga disaksikan dan dinilai oleh jutaan umat manusia di belahan bumi manapun melalui internet.

Pihak MA menyatakan Undang-Undang Contempt of Court diperlukan secara mendesak untuk menjamin terselenggaranya proses persidangan dari awal hingga akhir. Tujuan dan sasaran undang-undang itu tidak saja melindungi pengadilan dan majelis hakim, tetapi semua pihak yang terlibat dalam perkara. Siapa pun yang mengganggu proses persidangan harus diancam dengan hukuman yang setimpal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *