Komisi Kejaksaan: Jumlah Jaksa Nakal Menurun pada 2017

Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia melaporkan adanya penurunan jumlah  oknum jaksa ataupun pegawai kejaksaan “nakal”. Pada tahun 2016 sebanyak 1.048. Sementara pada 2017 menjadi hanya 848 laporan.  Hal itu disampaikan dalam  laporan pencapaian kinerja Komisi Kejaksaan Republik Indonesia pada 2017.



Namun, hal itu justru berbanding terbalik dari sisi rekomendasi dan juga penindakan.

“Dari 1.048 laporan di 2016, rekomendasi sebanyak 371. Oleh kejaksaan yang ditindak berjumlah 129 laporan. Tetapi, di 2017 rekomendasi meningkat dari 878, laporan rekomendasi sanksi sebanyak 441 terhadap 195 jaksa dan pegawai kejaksaan,” kata Wakil Ketua Komjak Erna Ratnaningsih, di Jakarta, Jumat.

Wakil Ketua Komjak lainnya Pultoni mengungkapkan mayoritas pengaduan pada sektor penanganan kasus korupsi. Utamanya, pihak kejaksaan dianggap tebang pilih, seperti perkara korupsi sebenarnya melibatkan berbagai pihak, tetapi pengusutannya dianggap hanya kepada pihak tertentu saja.

“Ini meningkatnya pasca dikucurkan dana desa. Ada masyarakat yang persoalkan kepala desa dan juga pemerintahan daerah, cukup tinggi penanganan kasus korupsi (seperti ini) di kejaksaan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *