Setelah Jadi Tersangka, Rekening PT Nindya Karya Diblokir KPK

VARIA PERADILAN — Sebagai tindak lanjut dari penetapan PT Nindya Karya sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening BUMN tersebut senilai Rp44 miliar dan memindahkannya ke rekening penampungan KPK untuk kepentingan penanganan perkara.

“Sebagai bagian dari upaya memaksimalkan asset recovery, penyidik telah melakukan pemblokiran terhadap rekening PT Nindya Karya dengan nilai sekitar Rp44 miliar dan kemudian memindahkannya ke rekening penampungan KPK untuk kepentingan penanganan perkara,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

KPK resmi menetapkan PT Nindya Karya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang, Aceh, tahun anggaran 2006-2011. Nindya Karya, dijerat bersama PT Tuah Sejati.

Penetapan tersangka terhadap Nindya Karya ini menjadikan BUMN itu sebagai tersangka korporasi pertama di lembaga antirasuah.

Ini merupakan kasus pertama yang melibatkan BUMN sebagai tersangka. Nindya Karya dan PT Tuah Sejati diduga ikut berperan merugikan negara hingga Rp313 miliar dalam pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang senilai Rp793 miliar. Nindya Karya mendapat keuntungan sebesar Rp44,68 miliar, sementara PT Tuah Sejati sebesar Rp49,9 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *