Jambore Masyarakat Gambut 2018 Canangkan Deklarasi Banjar untuk Cegah Kebakaran

Jambore Masyarakat Gambut 2018 melahirkan Deklarasi Banjar.

VARIA PERADILAN, BANJARBARU — Menutup Jambore Masyarakat Gambut 2018 di Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 14 orang petani perwakilan tujuh provinsi yang menjadi wilayah kerja Badan Restorasi Gambut mencetuskan Deklarasi Banjar yang merupakan komitmen mereka dalam memelihara ekosistem gambut.  Deklarasi Banjar berisi: 1) dukungan para petani pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui restorasi gambut, 2) kesiapan berpartisipasi dalam perlindungan gambut berbasis kerja sama desa dan kawasan, 3) kesiapan menjalankan pengelolaan lahan gambut tanpa bakar, dan 4) desakan agar program restorasi gambut berbasis komunitas dan desa dipercepat dan diperlukan.

Jambore Masyarakat Gambut 2018 (JMG 2018) dengan tema “Rayakan Gambut, Pulihkan Indonesia”  diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Selama tiga hari para peserta berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pertanian terpadu dan alami di lahan gambut, pemeliharaan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat kanal dan sumur bor, akses pendanaan dan permodalan kelompok masyarakat dan BUMDes. Mereka juga mendapatkan pelatihan promosi produk gambut serta peningkatan nilai tambah kerajinan gambut.

Dalam acara penutupan jambore itu hadir Duta Besar Norwegia Vegard Kaale. “Saya sangat senang berkunjung ke acara ini. Restorasi gambut dan pengurangan deforestasi sangat penting bagi iklim dan juga dunia. Bertemu dengan para petani di sini dan menyaksikan bagaimana mereka mengolah produknya sungguh menarik dan inspiratif,” kata Vegard Kaale. Norwegia berkomitmen memberikan bantuan kepada Indonesia sebesar 1 miliar dolar untuk restorasi gambut dan pengurangan deforestasi di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *