KPK Sebut Bupati Bengkulu Selatan Terlibat Suap Lima Proyek

VARIA PERADILAN, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuduh Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud terlibat kasus suap lima proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Selatan untuk tahun anggaran 2018.

KPK pada Rabu (16/5) malam mengumumkan empat tersangka, yakni Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, istri Dirwan Hendrati, Kasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati yang juga keponakan Dirwan, dan Juhari dari unsur swasta.

“Empat tersangka tersebut diduga memberi dan menerima suap sebagai bagian dari commitment fee 15 persen lima proyek di Bengkulu Selatan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Lima proyek tersebut merupakan pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Pino Raya yakni normalisasi atau pengerasan jalan Telago Dalam menuju Cinto Mandi, peningkatan jalan Desa Tanggo Raso (arah jembatan dua), dan proyek jalan Rabat Beton Desa Napa! melintang Kecamatan Pino Raya. Selanjutnya, proyek jalan Rebat Beton Desa Pasar Pino (Padang Lakaran) dan proyek rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Telaga Dalam. Diduga sebagai penerima, yaitu Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati, sedangkan diduga sebagai pemberi, yakni Juhari. Diduga penerimaan total Rp98 juta merupakan bagian dari 15 persen komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati atas lima proyek penunjukan langsung pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang dijanjikan Pemkab Bengkulu Selatan senilai Rp750 juta dari commitment fee 112,5 juta.