Jokowi Tegaskan Perpres TKA untuk Perketat Pengaturan Tenaga Kerja Asing

VARIA PERADILAN, PADANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali Peraturan Presiden yang baru tentang tenaga kerja asing dibuat untuk memperketat, bukan memperlonggar, pengaturan tenaga kerja asing.

“Soal itu saya telah menerbitkan Peraturan Presiden baru tentang tenaga kerja asing yang justru diatur lebih ketat,” kata Presiden di hadapan 510 penerima sertifikat tanah wakaf di Masjid Jamiatul Huda Ketaping, Padang, Senin (21/5/2018).

Menurut Presiden Jokowi, Peraturan Presiden (Perpres) yang baru itu mewajibkan para tenaga kerja asing membayar dan jangka waktu bekerja juga dibatasi secara ketat. Hal ini belum ada dalam peraturan sebelumnya.
“lntinya itu memperketat. Saya melihat ini isu politik lagi, pemerintah memperketat malah dianggap memperlonggar,” kata Presiden.

Menurut Jokowi, saat ini di Tiongkok  gaji terendah saja sudah mencapai setara Rp8 juta untuk level terbawah.
“Sementara di Sumbar UMR sekitar Rp2,1 juta, mau nggak kira-kira orang sana dibawa ke sini kemudian digaji setara UMR di sini?” kata Presiden.
Secara logika, katanya, kalau ada perusahaan dari China ke Indonesia tentu mereka akan memilih mempekerjakan tenaga lokal karena gajinya lebih murah dibandingkan mendatangkan tenaga kerja dari negaranya.

“Memang ada tenaga kerja asing di Indonesia, tapi itu karena keahliannya belum ada di sini. Itu pun hanya beberapa bulan terus pulang,” kata Jokowi.