KPK Periksa 22 Anggota DPRD Sumatera Utara Sebagai Saksi Terkait Suap Gubernur

VARIA PERADILAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 22 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai saksi pada Selasa (22/5/2018) terkait penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho. Para saksi tersebut menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saksi yang akan diperiksa di antaranya berasal dari eksekutif dan legislatif. “Unsur saksi dari anggota DPRD, staf khusus, sekretariat DPRD, pejabat dan PNS Pemprov,” ujar Febri.

Febri menambahkan, selama proses penyidikan berlangsung penyidik telah memeriksa 150 saksi atas 38 tersangka. Sebelumnya, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka. Mereka diduga menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, yang masing-masing sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta.

Uang yang diterima 38 tersangka dari Gatot itu terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014 dan persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan 2014.

Kemudian pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatera Utara pada 2015.