Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB Periode 2019-2020

VARIA PERADILAN — Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 2019-2020 setelah melalui pemungutan suara untuk lima kursi dalam Rapat Majelis Umum pada Jumat (8/6/2018).

Di dalam pemilihan tersebut, Indonesia unggul dari Maldewa untuk menduduki kursi perwakilan dari kawasan Asia dan Pasifik.

Jerman dan Belgia tampil tanpa tanding untuk mewakili kawasan Eropa Barat setelah Israel mengundurkan diri pada Mei.

Afrika Selatan mewakili kawasan Afrika, dan Republik Dominikan mewakili kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Para anggota tidak tetap DK PBB akan mulai aktif menjalankan mandat selama dua tahunnya per 1 Januari 2018.

Hari ini (8/6/2018) PBB menyelenggarakan Rapat Paripurna Majelis Umum PBB ke-93 untuk memilih lima negara anggota tidak tetap untuk Dewan Keamanan PBB.

Agar dapat diterima, kandidat untuk negara anggota tidak tetap harus meraup suara setidaknya dua per tiga dari seluruh pungutan suara.

Dewan Keamanan adalah satu-satunya badan PBB yang dapat membuat keputusan legal mengikat, mengenakan sanksi, dan otorisasi menggunakan paksaan.

Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.