Antisipasi Aksi Pelemparan di JPO, Jasa Marga & Polda Metro Lakukan Pengamanan

VARIA PERADILAN — Aksi pelemparan di jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar ruas tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu menyebabkan korban jiwa. Untuk mengantisipasi hal tersebut Jasa Marga dan Kepolisian Republik Indonesia berkoordinasi melakukan pengamanan.

“Untuk mengantisipasi aksi serupa, Jasa Marga sebagai pengelola tol dan Kepolisian khususnya dari Polda Metro Jaya telah melakukan koordinasi untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan demi menghindari kejadian terulang.” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, lrjen Pol Budi Setyadi di Gerbang Toi Cikarang Utama, Jawa Barat, Sabtu.

General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, menjelaskan koordinasi itu berupa kerjasama dalam pengamanan wilayah JPO yang dianggap rawan di mana pihak kepolisian menempatkan sedikitnya dua personel untuk menjaga dengan ketat selama 24 jam. “Sementara kami dari segi infrastrukturnya,” kata Raddy di lokasi yang sama. Untuk mengantisipasi aksi tidak terpuji tersebut, pihak Jasa Marga tol Jakarta-Cikampek mereposisi beberapa dari 146 Closed Circuit Television (CCTV) di sekitaran JPO yang selama ini fokus pada ruas jalan, menjadi memungkinkan untuk menjangkau bagian atas JPO tersebut.

Selanjutnya Jasa Marga tol Jakarta-Cikampek juga akan menertibkan spanduk-spanduk yang terpasang di pagar JPO dan menambah tingkat penerangan di sekitar ruas tol agar bisa juga memperlihatkan kegiatan di atas JPO itu sendiri. “Harapannya ketika semua telah dilakukan, bisa terpantau semua kegiatan di JPO dan dapat mengantisipasi dengan cepat setiap kegiatan yang membahayakan dan memperoleh alat bukti jika terjadi sesuatu yang membahayakan,” ujar Raddy. Sebelumnya, telah terjadi teror pelemparan batu di KM 6+300 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Selasa (5/6) sekitar pukul 04.00 WIB dan menewaskan seorang penumpang mobil Toyota Cayla G- 8696-ZP.

Pihak Kepolisian menduga pelaku merupakan anak-anak iseng yang melempar batu dari atas dari atas JPO Pondok Gede, Kota Bekasi. “Pelaku yang berbuat begitu terjerat pidana murni dan hukumannya berat,” kata Budi menambahkan.