Ledakan di Pasuruan: Terduga Teroris Sempat Lempar Tas Berisi Bom ke Kapolsek

VARIA PERADILAN — Serangkaian ledakan yang diduga bom mengguncang Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Kamis (5/7), sekitar pukul 11.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi terduga pelaku pembuat bom, Abdullah alias Awardi (50), melarikan diri dari rumah kontrakannya, Jalan Pepaya RT 01 RW 01, Desa Pogar, menggunakan sepeda motor dan kemudian menumpang bus umum.

Saat berupaya melarikan diri, Abdullah, sempat mengejar Kapolsek Bangil, Kompol M Iskak, sambil membawa tas berisi bom. Kapolsek berada di sana karena mendapatkan laporan dari warga mengenai adanya ledakan di Desa Pogar.

Mengira tas ransel yang dibawa Abdullah berisi bom, Kapolsek berlari menyelamatkan diri. Saat jaraknya  sudah dekat, pelaku melempar tas ranselnya ke arah Kapolsek.

“Untungnya saya bisa menghindar. Tas itu jatuh ke trotoar dan langsung meledak. Saya tetap lari dan masuk ke kerumunan warga,” tambah Kompol Iskak.

Setelah terduga teroris asal Serang, Banten itu menyerang Kapolsek, ia melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Selanjutnya, Abdullah meninggalkan sepeda motor itu di Kantor Pegadaian Bangil dan mencegat bus umum. “Pelaku lari menggunakan bus,” kata seorang polisi.

Polisi itu mengungkapkan, Abdullah sempat dikejar warga, tetapi gagal ditangkap karena mengancam melempar tas berisi bom ke arah warga.

Sementara istri Abddullah, DR (40), diamankan di Polres Pasuruan.
Ledakan di rumah Abdullah mengakibatkan anaknya, UMR (6), mengalami luka-luka di kaki, tangan, dan dadanya, sehingga perlu mendapat perawatan di RSUD Bangil.