);
Ketua MA Hadiri Opening Legal Year 2019 Singapura

Ketua MA Hadiri Opening Legal Year 2019 Singapura

Sharing is caring!

Memasuki tahun 2019, Mahkamah Agung Singapura menyelenggarakan Pembukaan Tahun Hukum 2019 (Opening Legal Year 2019), Senin (7/01/2019).



Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, YM. Prof. DR. M. Hatta Ali, S.H., M.H. Turut serta dalam delegasi, antara lain Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, YM. DR. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., Ketua Kamar Pembinaan, YM. Prof. DR. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M., Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, S.H., M. Hum., Kepala Biro Hukum dan Humas, DR. Abdullah, S.H., M.S., Hakim Yustisial, Faisal Akbaruddin Taqwa, S.H., LL.M., Kasubag Keamanan Pimpinan, H. Ropi’i, S.H., M.H., dan Koordinator JRTO, Aria Suyudi, S.H., LL.M.

Dalam pidatonya, Ketua Mahkamah Agung Singapura, YM. Sundaresh Menon, mengungkapkan beberapa isu penting, diantaranya peningkatan jumlah perkara, reformasi pendidikan hukum, serta transformasi dan inovasi di pengadilan.

Terkait dengan peningkatan jumlah perkara, Sundaresh Menon menyebutkan peningkatan tersebut mencapai rasio lima puluh persen (50%) dibandingkan kondisi pada tahun 2013. Kondisi ini menuntut penyesuaian, baik sumber daya manusia maupun prosedur penanganan.

“Kami akan melakukan penyesuaian struktural untuk membantu mengatasi peningkatan beban perkara ini,” ujar Sundaresh Menon, sebagaimana dilansir connectedtoindia.com, Senin (7/01/2019).

Sementara itu, terkait dengan reformasi pendidikan hukum, Sundaresh Menon menilai kesuksesan kerja-kerja hukum memerlukan lebih dari sekedar pengetahuan tentang hukum.

“Dibutuhkan kompetensi yang dikaitkan dengan disiplin ilmu yang lain, mulai dari (disiplin ilmu) bisnis dan keuangan hingga manajemen proyek dan teknologi informasi. Konsekuensinya, fakultas hukum perlu melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar mendidik mahasiswa soal hukum,” tambahnya.

Pendidikan hukum ke depan, lanjut Sundaresh Menon dihadapkan pada persoalan yang kompleks dan dinamis yang tidak dapat dijawab oleh fakultas hukum sendiri.

Sedangkan berkaitan dengan inovasi dan teknologi pengadilan, Sundaresh Menon berencana meluncurkan platform penyelesaian sengketa secara online (Online Dispute Resolution) di akhir tahun.

“(aplikasi ini) bertujuan untuk memudahkan masyarakat menyelesaikan sengketa kecelakaan motor secara online dengan biaya yang rendah,” ungkapnya.

Berkunjung ke Supreme Court Gallery

Setelah mengikuti cara Opening Legal Year 2019, pada hari berikutnya, Selasa (8/01/2019) delegasi Mahkamah Agung berkunjung ke Supreme Court Gallery. Disana delegasi berkesempatan menelusuri fasilitas yang disuguhkan, termasuk figura-figura yang berisi tentang sejarah Mahkamah Agung Singapura beserta foto dan biografi ringkas dari ketua-ketua Mahkamah Agung Singapura sebelumnya. Selain itu, delegasi juga dibawa meninjau fasilitas gallery yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Mengomentari kunjungan ke Singapura tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo menyatakan hubungan baik kedua institusi selama ini memungkinkan untuk saling mengisi dan bertukar pengalaman. “Kita pernah meninjau teknologi informasi yang dikembangkan oleh Mahkamah Agung Singapura untuk pengelolaan perkara,” ujar Pudjoharsoyo.

Menurut Pudjoharsoyo, kunjungan ketika itu dilaksanakan bersamaan dengan upaya Mahkamah Agung memodernisasi Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Selain itu, Pudjoharsoyo juga mengapresiasi undangan untuk meninjau museum Mahkamah Agung Singapura. “Tahun ini kita merencanakan untuk memulai pembangunan musem Mahkamah Agung di Jakarta dan momen ini kita pergunakan untuk menambah pilihan-pilihan dalam mengembangkan museum kita,” ungkap Pudjoharsoyo.

Back to Top