);
  • Home
  • /
  • peradilan
  • /
  • Referensi Bangun Museum, MA Kunjungi Muzium Kehakiman Malaysia
Referensi Bangun Museum, MA Kunjungi Muzium Kehakiman Malaysia

Referensi Bangun Museum, MA Kunjungi Muzium Kehakiman Malaysia

Sharing is caring!

 

Memenuhi undangan  acara Pembukaan Tahun Perundangan/Laporan Tahunan Mahkamah Agung Malaysia, delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia menyempatkan diri untuk berkunjung ke Muzium Kehakiman  di Istana Kehakiman, Putrajaya, Kamis (10/01/2019).



Kunjungan ke Muzium Kehakiman tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, YM. DR. H. Sunarto, S.H., M.H. dengan didampingi oleh Ketua Kamar Pembinaan, YM. Prof. DR. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M., Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, S.H., M. Hum., Kepala Biro Hukum dan Humas, DR. Abdullah, S.H., M.S., dan dua orang hakim yustisial, masing-masing Faisal Akbaruddin Taqwa, S.H., LL.M. dan D.Y. Witanto, S.H.

Di Muzium Kehakiman tersebut delegasi Mahkamah Agung berkesempatan berkeliling hingga setiap sudut museum serta meninjau berbagai koleksi di dalamnya.

Kunjungan ke Muzium Kehakiman ini merupakan kunjungan kedua delegasi Mahkamah Agung bulan ini ke museum pengadilan di luar negeri. Selasa (8/01/2019) lalu delegasi juga sempat berkunjung ke Supreme Court Gallery (Museum Mahkamah Agung) Singapura. Kunjungan tersebut dilakukan bersamaan dengan kesempatan menghadiri acara Opening Legal Year 2019 Singapura.

Menanggapi kunjungan tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo mengaku gembira dapat bertandang ke museum-museum peradilan di luar negeri saat Mahkamah Agung tengah memulai pembangunan Museum di Jakarta. “Setidaknya kita memiliki cukup banyak referensi dan perbandingan dalam mengembangkan rencana museum yang akan kita bangun pada tahun ini,” ujar Pudjoharsoyo kepada redaksi.

Potret museum yang hendak dibangun oleh Mahkamah Agung, menurut Pudjoharsoyo, kecuali menggambarkan secara utuh sejarah dan perkembangan peradilan di Indonesia juga menggunakan kemasan multimedia. “Tidak hanya pajangan-pajangan, tetapi juga diorama, multimedia, serta audio video,” paparnya memberikan rincian.

Sekilas Muzium Kehakiman Malaysia

Muzium Kehakiman dibangun bersamaan dengan pembangunan gedung induknya, Istana Kehakiman pada awal tahun 2000 dan diresmikan pada tahun 2004. Sebelumnya Istana Kehakiman Malaysia berpusat di Abdul Samad Building, Kuala Lumpur.

Di dalam museum tersebut kita dapat melihat potret sejarah dan perkembangan sistem hukum di Malaysia, mock up persidangan pengadilan tinggi, wig, jubah hakim dan perlengkapan pengadilan lainnya.

Peninggalan purbakala juga tak luput dipajang di museum ini, seperti monumen Batu Bersurat yang menggambarkan pelaksanaan hukum Islam pasca Islamisasi di Terengganu, Malaysia. Batu ini ditemukan pada tahun 1887 di dekat Padang Tara dan berangka tahun 1303 AD.

Biografi semua Ketua Mahkamah Agung Malaysia semenjak kemerdekaan juga terpajang di museum ini, termasuk ketua Mahkamah Agung Federasi Independen Malaysia pertama, Tun Sir James Beverage Thomson.

Back to Top